Landasan perekonomian Indonesia yang dinamis adalah stabilitas politik.  Satu dasawarsa yang lalu, sejumlah analis memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami "Balkanisasi" atau pengulangan sejarah di negara-negara Balkan di mana terjadi perpecahan suatu negara menjadi beberapa negara yang lebih kecil. Di tahun 2001, Indonesia mulai melaksanakan proses desentralisasi. Ini merupakan upaya yang ambisius dan penuh tantangan. Dewasa ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara di dunia yang telah berhasil melakukan desentralisasi besar-besaran, melalui pengalihan kewenangan dan dana dalam jumlah signifikan dari pusat ke daerah.

 

Sebagai negara yang pernah mengalami pemerintahan bertangan besi selama lebih dari 30 tahun, demokrasi saat ini telah berkembang dengan baik di Indonesia. Indonesia telah berhasil melakukan transformasi dari suatu negara otoriter menjadi negara demokratis yang menjadi teladan di kawasan Asia Tenggara. 

Baru-baru ini, dan untuk ketiga kalinya berturut-turut, Indonesia telah berhasil menyelesaikan pemilihan umum di tingkat legislatif dan eksektutif dengan damai. Hasil pemilihan ini telah menegaskan kepercayaan rakyat pada kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memenangkan lebih dari 60% suara dari 176 juta pemilih yang terdaftar. Partai Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, menguasai lebih dari 25% dari semua suara di Dewan Legislatif sehingga beliau memperoleh mandat lebih kuat untuk memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan ini.

Kutipan: BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia)